Jumat, 19 Februari 2010

cranky time!

Kemaren2 kalo ditanya, “Gimana loe, stress ga?”
Aku dengan santai akan jawab, ”Ngga kok. Santai aja. Nyokap mungkin yang rada stress.”
Tapi emang semakin dekat mau ga mau aku mulai stress. Apalagi ini udah 10 hari lagi. Indikasinya aku jadi cepet senewen dan sensitif. Yang kasian tentu hunhun, ga bole salah ngomong dikit aku langsung lebay haha....

Aku baru nyadar kalo aku jadi gampang senewen setelah technical meeting dengan vendor tanggal 18 kemaren. Pasalnya pihak katering ga bawa contoh kain untuk cover seperti yang aku minta. Yang dateng juga bukan mbak yang ngurusin dari pertama aku deal. Jadi si petugas bawain contoh kain warna pink. Padahal aku mintanya pink fanta/fuchsia. Ini syarat pertama waktu mau deal, aku mau dekorasinya fuchsia-silver, dan pihak vendor sudah menyanggupi (catering dan pelaminan). Masalahnya dari catering waktu itu belum memberikan contoh/foto cover sesuai warna yang aku minta. Makanya aku udah wanti2 untuk dibawa pas technical meeting.

Dan si bapak membawa warna pink, dan norak pula.

Sejak itulah aku gampang senewen.

Semakin dipikir semakin ga tenang. Walaupun si Bapak meyakinkan kalau nanti akan dicarikan sesuai warna yang aku minta (koreksi Pak, warna sesuai di KONTRAK). Tapi itu juga yang dikatakan si mbak yang dari awal deal sama aku bukan? Jadi aku HARUS melihat contoh kain/foto untuk cover nanti. Ternyata oh ternyata, mereka memang ga punya! Uh!

Aku ga mau tau dong, waktu belum deal manis banget dijanjikan, akan mengusahakan bagaimanapun agar sesuai tema warnaku. Jadi mereka bilang akan sewa ke tempat lain, warna pink fanta itu.

Pink fanta menjadi terjemahan toleransiku atas fuchsia, secara kalo bilang fuchsia masi banyak yang bingung, jadi ya pink fanta aja agak mendekati. Ada juga yang bilang pink tua, tapi ternyata definisi ’tua’ ini bisa beda2 juga. Seperti waktu aku pesen suvenir, aku bilang pink fanta atau pink tua, orang tokonya si ngerti, tapi pengrajinnya membuat warna pink yang beda, yang ternyata memang lebih gelap dari koleksi pink mereka yang lain. Tapi sama sekali bukan pink fanta yang aku maksud. Jelek banget deh pink nya).

Kembali ke cover catering. Kebayang kan kalo cover catering akan mendominasi ruangan, dengan gubuk2 yang tersebar, buffet dan dekorasi gazebo? Kebayang kan kalo mereka membawa warna yang salah, tema akan rusak? Jadi aku ga puas dengan dijanjikan mereka akan sewa tempat lain. Aku HARUS lihat gimana warna kain yang mereka sewa. Tapi si mbak catering bilang ga bisa, karena mereka akan sewa dan dibawa langsung ke gedung. There, di situlah aku jadi senewen! I got cranky!

Mulaikan celotehan ku tentang janji mereka akan memenuhi warna sesuai request tapi yang dibawa salah, gimana kalo pas di gedung gitu lagi, gimana kalo warna yang disewa salah, belum lagi bonus hiasan meja tamu dan tangga yang mereka bilang ga termasuk padahal ada di kontrak, gimana kalo masalah warna juga mereka lupakan/sepelekan padahal ada di kontrak blah blah blah...

Akhirnya si mbak yang tadinya sempat rada ngotot mencoba menenangkanku. Dan berjanji akan berkoordinasi dengan bos nya supaya aku bisa liat warna cover lebih dulu. Berjanji akan janjian bertemu denganku membawa cover. Berjanji akan sama-sama membahas yang ditulis di kontrak.

Emang harus gitu ya sama vendor. Harus tegas biar mereka ga sembarangan. Harus baca kontrak juga, kalo ngga bonus-bonus yang dijanjikan di awal bisa aja lupa atau dilupakan. Hampir aja di belakang meja tamu ga dapet dekorasi. Hampir aja tangga eskalator ga dikasih dekorasi. Uh!

Begitulah, masalah warna cover telah memicu tombol stress-ku, yang berakibat hal-hal lain yang gak beres dikit membuatku a little cranky...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar